Welcome...Selamat Datang...

Padi organik petani hasil pendampingan kami

Padi Rojolele organik

Lokomotif tua di kota kecil Cepu, Blora

Lokomotif tua yang sekarang kadang-kadang digunakan untuk kereta wisata di lingkunagn perhutani Cepu-Blora.

SATE BUNTEL KHAS SOLO

Lezat dan bikin kita ketagihan.

Jajanan khas Jawa

Jajanan khas Jawa ini sekarang sering disajikan dalam acara formal maupun informal. Lengkap, rasanya bervariasi dan sehat.

Para peserta LDK di Tawangmangu

Latihan Dasar Kepemimpinan diikuti oleh sekitar 30 mahasiswa Surakarta di Tawangmangu pada tahun 2011.

Di Tanah Lot Bali

Refreshing di Bali pada tahun 2010, bersama teman-teman dosen.

Tampilkan postingan dengan label Birokrasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Birokrasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 10 Agustus 2014

Jokowi dan ‘e-Blusukan’

Semakin bisa diprediksi bagaimana pola kepemimpinan calon presiden terpilih Joko Widodo dalam pemerintahan negeri ini yang akan datang. Salah satunya yang masih akan diterapkan adalah model pendekatan kepada rakyat kecil dengan blusukan, seperti yang selama ini pernah dilakukannya saat sebagai walikota Solo maupun gubernur DKI Jakarta. Tentu saja pola blusukan-nya akan sedikit berbeda.

Rakyat Indonesia yang mendiami negara kepulauan yang begitu luas ini tentu tidak memungkinkan untuk dijangkau oleh Jokowi dengan pendekatan blusukan seperti selama ini. Sangat mustahil untuk semuanya dijangkau dengan blusukan langsung meskipun dalam waktu lima tahun sekalipun. Oleh karena itu Jokowi akan menggunakan dua model blusukan, blusukan dengan menemui rakyat secara langsung dan e-Blusukan yaitu blusukan melalui komunikasi lewat media internet dan jejaring sosial.

Dalam blusukan langsung Jokowi masih akan menerapkan pola komunikasinya selama ini. Dia meyakini bahwa komunikasi aktif seperti ini merupakan cara yang sangat efektif dan berdayaguna untuk mengetahui secara nyata permasalahan maupun kesulitan rakyat. Dengan pola ini tidak akan terjadi cara pelaporan permasalahan yang fiktif serta asal bapak senang namun permasalahan rakyat tak terpecahkan. Jokowi akan menerapkan birokrasi yang lebih sederhana dan terbuka. Menurut dia birokrasi yang berbelit-belit hanya akan menghambat kemajuan bangsa.

Sementara itu melalui e-Blusukan, Jokowi akan mendekati rakyat kecil, yang sulit dijangkau karena masalah jarak maupun kesempatan, dengan media komunikasi internet. Komunikasi dengan video-call juga tidak akan menjadi masalah lagi di era kemajuan IT seperti saat ini. Media jejaring sosial semacam Facebook dan Twitter sudah bukan hal yang asing lagi bagi rakyat Indonesia. Jokowi yakin e-Blusukan tidak akan kalah efektifnya dengan blusukan langsung. Untuk menunjang komunikasi modern ini maka akan semakin diperluas jaringan keterjangkauan internet sampai seluruh pelosok Indonesia. Pendidikan kepada rakyat untuk semakin melek dan sadar akan pentingnya internet juga akan terus ditingkatkan. Internet murah akan segera disediakan bagi rakyat kecil.

Demikianlah sedikit informasi yang bisa kita ketahui tentang pola komunikasi Jokowi dengan rakyat kecil di pemerintahannya yang akan datang. Mari, kita pun secara aktif juga terus mengkritisi dan memberi masukan kepada presiden kita yang baru ini sehingga akan tercipta komunikasi yang efektif demi kemajuan kita berbangsa dan bernegara yang semakin sejahtera.

Salam damai penuh cinta.

***
Solo, Jumat, 8 Agustus 2014
Suko Waspodo

Kamis, 30 Januari 2014

Kepekaan Jokowi

Pemimpin masyarakat sejati adalah orang yang peka terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat yang dipimpinnya. Demikianlah yang ada dalam pribadi Joko Widodo. Meski banyak politisi busuk yang terus melecehkan dia karena cemburu terhadap popularitasnya, dia tetap fokus terhadap masalah yang dihadapi rakyat Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengaku siap pasang badan sebelum Kementerian Pekerjaan Umum turun tangan mengatasi banjir di Ibu Kota. Hal ini dilakukan karena pembagian kewenangan antara Pemerintah DKI Jakarta dan Pusat selama ini sering menjadi problem tersendiri.

"Pemerintah daerah siap turun tangan langsung agar dampaknya tidak merugikan masyarakat sekitar," kata Jokowi di Jakarta pada Senin, 20 Januari 2014. Menurut Jokowi, jika tidak ada yang memulai turun ke lapangan maka efek kerusakan akan besar.

Jokowi tidak mau terlalu dihambat oleh birokrasi, yang utama adalah permasalahan segera diatasi. Dia mengaku berani pasang badan untuk penanganan banjir sebelum pusat bukan karena melangkahi wewenang. Menurutnya lebih karena tanggung jawab sebagai Kepala Daerah. "Kalau ada apa-apa saya yang kena dulu," kata mantan Wali Kota Solo ini sambil menunjuk dirinya.

Dia memberi contoh amblesnya jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu. Pada waktu itu, Dinas Pekerjaan Umum langsung mengirim dua alat berat untuk evakuasi awal. Jokowi juga menyinggung saat DKI Jakarta turun memperbaiki tanggul Latuharhari, Jakarta Pusat, tahun lalu.

Kemudian, amblesnya dinding Waduk Setia Budi di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Dinding waduk seluas 4 hektar ini roboh pada Sabtu 18 Januari 2014 malam lalu. "Ini punya Kementerian Pekerjaan Umum tapi kami langsung turun agar efeknya tidak sampai di jalan," ujarnya di lokasi pada Senin 20 Januari 2014 sore. Baginya yang terpenting adalah bagaimana masalah teratasi tanpa meributkan kewenangan.

Menurut Jokowi, tidak jadi soal jika Pemerintah Pusat terlambat turun. Padahal hingga saat ini rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah 2014 DKI Jakarta saja belum diketok palu. "Toh ada dana sewaktu-waktu," ujarnya.

Dia mengungkapkan bahwa selama ini koordinasi dengan Pemerintah Pusat juga lancar. "Lancar, pokoknya lancar gak ada hambatan kok, pusat cepet juga lihat aja tuh TB Simatupang cepet setelah kita kan?" ujarnya sambil terus tersenyum.

Kepekaan terhadap masalah dan tindakan cepat mengatasinya, inilah yang patut kita teladani dari Jokowi. Selama ini penyelesaian masalah rakyat, termasuk dalam hal bencana, masih sering terkendala oleh birokrasi. Para pemimpin masyarakat yang lain di negeri ini selayaknya bertindak seperti Jokowi. Rakyat membutuhkan pemimpin yang tegas dan tanggap bukan pemimpin yang hanya bisa mengeluh.  Merdeka!

Salam damai penuh cinta.

Referensi Berita: Alasan Jokowi Mau Pasang Badan untuk Pusat

***
Solo, Selasa, 21 Januari 2014
Suko Waspodo